Bisa Ke Manakah Membaca Dalam Roadmap Digital?

Sebuah media cetak meminta pendapat saya tentang dampak internet terhadap seserang. Pertanyaan tersembunyi mereka adalah apakah internet berdampak positif/negatif terhadap generasi kini. Salah satu pertanyaan mereka adalah apakah online reading menghasilkan pembaca dengan kualitas yang lebih rendah dari generasi pembaca sebelumnya, mereka yang membaca buku lengkap dari halaman depan ke belakang.

Mereka mengutip penelitian-penelitian yang menyebutkan bahwa rentang atensi pembaca web lebih kecil karena tulisan yang tersedia online jauh lebih pendek dari buku (yang bisa mencapai 300-an halaman, rata-rata). Pembaca juga cenderung memahami suatu topik sebatas kulitnya saja, beda dengan pembaca buku yang mendapatkan pencerahan hingga jeroan-jeroan suatu topik. Terkait degan topik, pembaca online diantar oleh hyperlink dari satu tulisan (pendek) ke tulisan (pendek lain), secara acak, dari satu penulis ke penulis yang lain yang belum tentu secara langsung berkorespondensi, apalagi berafiliasi. Berbeda dengan pembaca buku, yang mendapatkan konten dengan urutan berpikir yang rapi dari satu orang (atau satu tim) penulis.

Menurut saya ini pandangan setengah matang. Lepas dari terbukti benar atau salah pendapat-pendapat tersebut, pandangan tersebut tidak adil. Kritik-kritik tersebut masih cukup terokupasi melihat tingkahlaku membaca tradisional yang pindah ke media digital. Ini tidak sama dengan online reading. Halaman web, yang adalah rumah-rumah dari berbagi teks online, bukan buku, jadi tidak adil untuk dibandingkan sebagai buku. Halaman web, menurut saya, baru merupakan cikal bakal online reading, bukan online reading itu sendiri. Variasi buku digital yang sekarang ada pun masih termasuk cikal bakal. Platform buku digital yang akan bermunculan berikutnya lah yang akan layak kita sebut sebagai rumah online reading.

Produsen seperti Amazon, Barnes and Noble sudah menyediakan toko ebook. Pembaca bisa mendapatkan koleksi bacaan yang sama dengan versi cetak yang tersedia. Ini pun baru awal era online reading. Online reading sepertinya akan berumah di alat ektronik lain seperti smartphone dan tablet (dan inilah yang dilakukan oleh ketiga produsen di atas), di mana berbagai pemrograman bisa terjadi dan diintegrasikan ke dalam tingkahlaku membaca.

Dengain demikian era online reading yang sebetulnya, menurut saya, akan muncul dalam waktu dekat. Menggunakan aplikasi yang di-install di mobile device, dengan akses internet, membaca sedang ditransformasi dari yang tadinya pengalaman individual menjadi pengalaman sosial. Online reading akan berintegrasi semakin kuat dengan jejaring sosial. Langsung tersedia ketika anda membeli buku adalah akses untuk menilik highlight, komentar, diskusi dari kenalan-kenalan anda (dan anda bisa terlibat di dalamnya). Bayangkan bahwa fitur-fitur membaca tersebut tidak lagi tersedia di website terpisah, tapi langsung di dalam buku itu sendiri.

Satu fitur lagi yang akan hadir, saya tidak tahu pasti istilahnya, memungkinkan interaksi antara penulis-pembaca dalam proses penulisan. Fitur ini memungkinkan pembaca untuk sudah membeli buku sebelum jadwal terbitnya, ketika buku dalam proses penulisan. Akses yang didapatnya adalah menyaksikan buku tersebut diselesaikan si penulis bab demi bab. Berbagai macam hal mungkin saja terjadi di dalamnya. Forum ini bisa menjadi laboratorium si penulis untuk menguji bagian tulisan yang berhasil dan gagal, manajemen hubungan antara penulis dan audiensnya dan lain-lain. Siapa tahu suatu saat aplikasi ini memungkinkan penulis untuk meminta bantuan pada pembaca untuk membuatkan ilustrasi, video suplemen, musik untuk karya mereka.

Fitur-fitur baru yang dimungkinkan oleh medium digital dan elektronik akan terus bertambah. Belum tentu semua akan diadopsi oleh komunitas pembaca. Namun demikian saya bisa membayangkan bahwa fitur 'membaca' ini akan diciptakan oleh generasi baru. Mereka menjalan pengalaman yang berbeda, dibekali dengan peralatan yang berbeda, mengalami kejadian-kejadian sosial dan sejarah yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Tingkahlaku membaca bisa bertamat dengan lebih dari satu skenario.

Saya pribadi sangat menantikan apa yang akan terjadi.

Home - About - Order - Testimonial
Copyright © 2010 tentang instagram All Rights Reserved.